Categories
Umum

Pengalaman Menaiki Kapal Dobonsolo Selama Liburan

Akhir tahun 2019 lalu saya serta Satya mengawali satu perjalanan ke Papua Barat. Persisnya arah kami ialah satu pulau kecil di Raja Ampat, namanya Pulau Arborek. Sebab perjalanan kesempatan ini akan kami kerjakan sepanjang 1 atau 2 bulan, kami pilih untuk mengirit pengeluaran. Diantaranya ialah naik kapal laut dari Surabaya ke Sorong, Papua. Perjalanan juga kami dari mulai pelabuhan Tanjung Perak dengan arah akhir pelabuhan Sorong.

Selfie sebelum masuk ke kapal. Untuk saya pengalaman ini ialah yang kali pertamanya naik kapal laut sepanjang 5 hari. Serta pengalaman pertama-tama itu tetap membuat ingin tahu. Perasaan lega ada sebab perjalanan juga kami mulai bersamanya.

Dari Surabaya di pelabuhan Tanjung Perak kapal yang lumayan besar untuk memuat 1000 orang mulai melalui luasnya lautan Indonesia. Semenjak awal saya menduga perjalanan ini akan menjemukan. Jadi, saya bawa beberapa buku bikin dibaca, selanjutnya meningkatkan daftar musik di hape.

Dengan bayar ongkos ticket kapal pelni sebesar Rp 650.000, kami bisa beristirahat di ruang kelas Ekonomi. Ongkos itu telah terhitung ongkos makan 3 kali satu hari. Tiap penumpang difasilitasi satu kasur untuk beristirahat. Kami pilih tempat dekat colokan listrik agar ngecharge hape serta laptop. Tidak berasa kapal Dobonsolo telah berlayar sepanjang 24 jam serta berlabuh sesaat di Pelabuhan Soekarno Hatta di Makassar. Kesempatan kali ini kami gunakan untuk pergi keluar kapal untuk beli makanan sebab memang makanan yang disiapkan di kapal kurang memberi kepuasan. Porsinya sedikit. Waktunya mencari Indomart atau Alfamart.

Situasi pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar. Sebab tidak ingin kelaparan sepanjang di kapal, kami juga beli beberapa makanan serta Pop Mie ialah menu istimewa sepanjang perjalanan naik kapal Dobonsolo. Di kapal tetap ada air panas untuk beberapa penumpang. Jadi, kalau ingin minum kopi atau makan Pop Mie ya tinggal seduh saja. Di kapal ada toko kecil yang jual makanan tetapi harga tambah lebih mahal dari harga umumnya.

Dari Surabaya ke arah Sorong, kapal transit di 3 tempat. Yang pertama di Makassar, ke-2 di Pelabuhan Bau-bau serta yang ke-3 di Pelabuhan Ambon. Memang Satya anaknya tidak dapat diam. Di tiap pelabuhan ia tentu ajak saya keluar sekedar untuk berjalan-jalan atau ambil photo. Hal itu semakin lama nular ke saya. Saya juga semakin lama jadi senang selfie jadi. Tidak apalah. Tidak ada kelirunya selfie kan. Sebab ingin tahu dengan bentukan kapal keseluruhnya kami juga keluar kapal, and make a photograph then.

Kapal Dobonsolo transit di Pelabuhan Bau-bau.
Kapal Dobonsolo transit sepanjang 3 jam di Ambon. Waktu yang sesaat itu kami gunakan untuk keliling kota Ambon.

Sesudah berlayar sepanjang 5 hari, pada akhirnya sampai di Kota Sorong, Papua Barat. Arah kami masih cukup jauh dari sini. Dari pelabuhan harus naik ojek ke pelabuhan Rakyat. Di pelabuhan Rakyat kami beli ticket kapal Kilat ke Waisai namun sebelumnya mengecek jadwal kapal dobonsolo terlebih dahulu, ibu kota Raja Ampat. Di Waisai, persisnya dalam suatu pelabuhan dekat pasar, kami berjumpa dengan Bang Marcel serta Kak Gita. Dengan merekalah kami akan tinggal sepanjang di Arborek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *