Categories
Umum

Tempat Wisata di Cikarang yang Bernuansa Alam

Wisata adalah kegiatan untuk menghilangkan rasa stress setelah sibuk bekerja dan wisata bisa dilakukan bersama keluarga, teman ataupun pasangan. Tempat wisata juga sering digunakan untuk menumbuhkan ispirasi baru dalam kehidupan, karena dengan berwisata akan banyak hal-hal baru yang ditemukan dan dengan wisata selalu ada pengalaman baru yang dirasakan.

Potensi wisata di cikarang memang sangatlah banyak dan fasilitas wisata di cikarang terus ditingkatkan. WIsata alam menjadi sebuah hal yang asik, karena alam akan memberikan nuansa yang sangat nyaman dan banyak tempat wisata alam yang memiliki panorama alam yang sangat indah. Cikarang memiliki banyak sekali tempat wisata alam dan cikarang menjadi kawasan yang mudah untuk dijangkau dari berbagai arah. Berikut ini adalah tempat wisata di cikarang yang bernuansa alam:

  1. Jembatan Magnetica

Jembatan Magnetica adalah tempat wisata unik yang berlokasi di kawasan Lippo Cikarang dan tempat ini memiliki pemandangan yang sangat indah. Tak heran, banyak pengunjung yang seringkali menggunakan jembatan ini untuk melakukan foto selfie atau berfoto dengan banyak orang dan banyak juga pasangan yang memanfaatkan tempat ini untuk melakukan foto prewedding. Untuk berkunjung ke jembatan ini, pengunjung tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk tiket masuk.

  1. Sabana & Boulevard Deltamas

Sabana & Boulevard Deltamas adalah tempat wisata alam yang berlokasi di Jalan Deltamas Boulevard, Cikarang dan tempat wisata ini sangat banyak disukai oleh anak muda, karena tempatnya memiliki banyak spot berfoto. Kawasan ini memiliki rerumputan yang sangat hijau dan bentuknya mirip dengan sabana di pegunungan. Kegiatan foto pre wedding menjadi hal yang menyenangkan dilakukan disini dan tempat ini memiliki jajaran pohon yang terlihat sangat indah. Tempat ini memiliki pengunjung yang selalu meningkat setiap harinya.

  1. Saung Ranggon

Saung Ranggon adalah salah satu tempat wisata alam yang sudah ada sejak jaman dulu dan bangunan bersejarah ini dibangun pad abad ke 16 oleh panggeran rangga. Bangunan ini masih dilestarikan dengan baik dan menjadi tempat wisata yang rekomended dikunjunggi di cikarang. Saung Ranggon berlokasi di Desa Cikedokan, Cikarang Barat dan tempat ini dikelilinggi oleh pemandangan yang sangat indah dan banyak pengunjung yang melakukan kegiatan foto di sekitar saung rangon.

  1. Kampoeng Djamoe Organik

Kampoeng Djamoe Organik berlokasi di Jalan Ciujung, Kawasan EJIP Pintu II, Cikarang Selatan dan tempat wisata ini dimiliki oleh peusahaan kecantikan ternama sekelas Marta Tilaar. Tempat wisata alam ini menyediakan beberapa spot yang sangat cocok untuk berfoto dan setiap pengunjung yang datang bisa berfoto di tempat ini. Tempat ini memiliki luas sekitar 9 hektar dan kampoeng ini melakukan proses pembuatan kosmeti secara herbal. Pemandangan yang hijau membuat suasana di tempat ini sangatlah sejuk.

  1. Rawa Binong

Rawa Binong berlokasi di Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat dan tempat ini selalu dipadati banyak pengunjung saat akhir pekan. Tempat ini juga menyediakan area memancing yang gratis dan akses jalan menuju tempat ini sangatlah baik, karena tidak terlalu jauh letaknya dari gerbang tol cikarang pusat. Tempat ini sangat cocok dikunjunggi dengan anggota keluarga. Tempat ini bisa dikunjunggi dengan harga tiket yang terjangkau dan tempat ini selalu ramai saat akhir pekan.

Sekian ulasan lengkap mengenai tempat wisata di cikarang yang bernuansa alam dan semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembacanya.

Categories
Umum

Pengalaman Menaiki Kapal Dobonsolo Selama Liburan

Akhir tahun 2019 lalu saya serta Satya mengawali satu perjalanan ke Papua Barat. Persisnya arah kami ialah satu pulau kecil di Raja Ampat, namanya Pulau Arborek. Sebab perjalanan kesempatan ini akan kami kerjakan sepanjang 1 atau 2 bulan, kami pilih untuk mengirit pengeluaran. Diantaranya ialah naik kapal laut dari Surabaya ke Sorong, Papua. Perjalanan juga kami dari mulai pelabuhan Tanjung Perak dengan arah akhir pelabuhan Sorong.

Selfie sebelum masuk ke kapal. Untuk saya pengalaman ini ialah yang kali pertamanya naik kapal laut sepanjang 5 hari. Serta pengalaman pertama-tama itu tetap membuat ingin tahu. Perasaan lega ada sebab perjalanan juga kami mulai bersamanya.

Dari Surabaya di pelabuhan Tanjung Perak kapal yang lumayan besar untuk memuat 1000 orang mulai melalui luasnya lautan Indonesia. Semenjak awal saya menduga perjalanan ini akan menjemukan. Jadi, saya bawa beberapa buku bikin dibaca, selanjutnya meningkatkan daftar musik di hape.

Dengan bayar ongkos ticket kapal pelni sebesar Rp 650.000, kami bisa beristirahat di ruang kelas Ekonomi. Ongkos itu telah terhitung ongkos makan 3 kali satu hari. Tiap penumpang difasilitasi satu kasur untuk beristirahat. Kami pilih tempat dekat colokan listrik agar ngecharge hape serta laptop. Tidak berasa kapal Dobonsolo telah berlayar sepanjang 24 jam serta berlabuh sesaat di Pelabuhan Soekarno Hatta di Makassar. Kesempatan kali ini kami gunakan untuk pergi keluar kapal untuk beli makanan sebab memang makanan yang disiapkan di kapal kurang memberi kepuasan. Porsinya sedikit. Waktunya mencari Indomart atau Alfamart.

Situasi pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar. Sebab tidak ingin kelaparan sepanjang di kapal, kami juga beli beberapa makanan serta Pop Mie ialah menu istimewa sepanjang perjalanan naik kapal Dobonsolo. Di kapal tetap ada air panas untuk beberapa penumpang. Jadi, kalau ingin minum kopi atau makan Pop Mie ya tinggal seduh saja. Di kapal ada toko kecil yang jual makanan tetapi harga tambah lebih mahal dari harga umumnya.

Dari Surabaya ke arah Sorong, kapal transit di 3 tempat. Yang pertama di Makassar, ke-2 di Pelabuhan Bau-bau serta yang ke-3 di Pelabuhan Ambon. Memang Satya anaknya tidak dapat diam. Di tiap pelabuhan ia tentu ajak saya keluar sekedar untuk berjalan-jalan atau ambil photo. Hal itu semakin lama nular ke saya. Saya juga semakin lama jadi senang selfie jadi. Tidak apalah. Tidak ada kelirunya selfie kan. Sebab ingin tahu dengan bentukan kapal keseluruhnya kami juga keluar kapal, and make a photograph then.

Kapal Dobonsolo transit di Pelabuhan Bau-bau.
Kapal Dobonsolo transit sepanjang 3 jam di Ambon. Waktu yang sesaat itu kami gunakan untuk keliling kota Ambon.

Sesudah berlayar sepanjang 5 hari, pada akhirnya sampai di Kota Sorong, Papua Barat. Arah kami masih cukup jauh dari sini. Dari pelabuhan harus naik ojek ke pelabuhan Rakyat. Di pelabuhan Rakyat kami beli ticket kapal Kilat ke Waisai namun sebelumnya mengecek jadwal kapal dobonsolo terlebih dahulu, ibu kota Raja Ampat. Di Waisai, persisnya dalam suatu pelabuhan dekat pasar, kami berjumpa dengan Bang Marcel serta Kak Gita. Dengan merekalah kami akan tinggal sepanjang di Arborek.